Pascasarjana IAIN Bengkulu Gelar Penyusunan dan Workshop Kurikulum KKNI

IMG20171012094358

Bertempat digedung pelatihan IAIN Bengkulu, kamis (12/10) Pascasarjana IAIN Bengkulu gelar kegiatan Penyusunan dan Workshop Kurikulum KKNI tahun 2017.

Ketua panitia kegiatan ini yang juga Ketua Program Studi PAI Pascasarjana IAIN Bengkulu Dr. Qolbi Khoiri, M.Pd.I mengatakan, bahwa kegiatan ini dirancang guna menyelaraskan program kerja Rektor yang berkenaan dengan peningkatan mutu dan kualitas pendidikan tinggi di lingkungan IAIN Bengkulu khususnya program doktor dan magister. Selain itu, melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat menjamin output lulusan agar usefullness ditengah masyarakat.

Direktur Program Doktor dan Magister Pascasarjana IAIN Bengkulu Prof. DR. H. Rohimin, M.Ag mengatakan output yang dihasilkan dari kegiatan ini diharapkan sudah dapat direalisasikan pada tahun ajaran ini.

Rektor IAIN Bengkulu, Prof. Dr. H. Sirajuddin. M. M.Ag., M.H. dalam sambutannya pada acara pembukaan mengatakan, tantangan kedepan sudah sangat mengglobal, sehingga dituntut untuk dapat terus melakukan percepatan di berbagai bidang, “tahun depan kita akan lakukan percepatan khusus bagi guru besar, sebab ini yang mendesak, karena itu dituntut partisipasi semua pihak untuk dapat mewujudkan target ini. Demikian Rektor mengharapkan.

Hadir dalam kegiatan ini peserta yang berasal dari civitas akademika IAIN Bengkulu, mulai dari Dekan hingga dosen dan pimpinan Pascasarjana IAIN Bengkulu. Sementara itu, narasumber juga dihadirkan dari berbagai tempat, diantaranya Prof. Dr. H. Abdullah Idi, M. Ed guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, M. ADIB Abdusshamad, M.Ag., M.Ed, Ph.D Kepala Seksi Pengembangan Profesi Perguruan Tinggi Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Yohanes Syafri, M.Pd guru besar FKIP Universitas Bengkulu dan juga narasumber dari lingkungan IAIN Bengkulu.

Direktur Pascasarjana berharap, melalui materi yang diberikan oleh para narasumber, diharapkan tim penyusun dapat merumuskan dan melakukan kajian mendalam agar dapat menghasilkan produk kurikulum yang berkualitas. Demikian ujar Rohimin. (Pps/qk)